bagaiman masa depan kuda di Indonesia
Beberapa daerah di Indonesia memiliki jenis kuda lokal dengan karakteristik khas. Daerah-daerah itu juga memiliki tradisi berkaitan dengan kuda yang masih dilestarikan hingga kini.
Jenis kuda lokal Indonesia yang terkenal antara lain kuda gayo, kuda batak, kuda jawa, kuda minahasa, juga kuda sandalwood.
Kuda telah tergambar dalam relief Candi Borobudur, bangunan raksasa dari batu yang dikerjakan pada abad ke-8 Masehi. Kuda muncul bersama satwa lain, seperti gajah, harimau, tikus. Dalam relief, kuda umumnya ada di permukiman atau pedesaan.
Sebuah studi baru (2024) memperlihatkan, kuda dikembangbiakkan sekitar 2200 SM. Para arkeolog menggunakan analisis DNA untuk melacak kapan domestifikasi kuda terjadi.
Kuda telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.
Kuda telah tergambar dalam relief Candi Borobudur, bangunan raksasa dari batu yang dikerjakan pada abad ke-8 Masehi. Kuda muncul bersama satwa lain, seperti gajah, harimau, tikus. Dalam relief, kuda umumnya ada di permukiman atau pedesaan.
Sebagian relief kuda, memperlihatkan satwa ini menjadi hewan penarik kereta. Hal ini memberi bukti, kuda merupakan binatang yang akrab dengan kehidupan masyarakat di Nusantara sejak lama.
Sebuah tulisan dari William Gervase Clarence-Smith menghubungkan antara gajah, kuda, dan kedatangan Islam di Sumatera Utara. Agaknya, peran gajah perlahan hilang di Asia pada milenium kedua Masehi. Perannya digantikan kuda yang lebih lincah dan murah yang bisa dipakai untuk perang maupun saat damai, serta sebagai alat transportasi dan membantu pertanian.
Sebuah studi baru (2024) memperlihatkan, kuda dikembangbiakkan sekitar 2200 SM. Para arkeolog menggunakan analisis DNA untuk melacak kapan domestifikasi kuda terjadi. Mereka menemukan ada garis keturunan kuda yang menjadi dominan, berasal dari padang rumput Pontic, Kaspia. Mengutip Smitsonian Magazine, garis keturunan ini kemudian memunculkan kuda-kuda domestifikasi saat ini.
“Kami melihat jenis genetik ini menyebar di Eurasia—jenis kuda lokal yang kemudian menjadi global dengan sangat cepat,” kata Ludovix Orlando, arkeolog molekuler Perancis, salah satu penulis studi itu.
Sebelumnya diketahui, pada 5500 tahun lalu, kuda liar pertama kali dijinakkan oleh orang-orang Botai, yang sekarang menjadi Kazakhstan. Namun, budaya itu kemudian punah dan kuda menjadi liar kembali di seluruh Asia Tengah.
Pada sekitar 4200 tahun lalu manusia kembali menjinakkan kuda di wilayah Sintashta, Rusia. Jika sebelumnya diutamakan diambil daging dan susunya, dalam perkembangannya kuda dimanfaatkan untuk mobilitas, menurut artikel itu.
Sumber:https://mongabay.co.id/2024/12/07/bagaimana-masa-depan-kuda-di-indonesia/
Komentar
Posting Komentar